Tugas Pertemuan 3 Perangkat Jaringan
Nama : Jayeng
Browijoyo Suryo
NIM : 12190253
Kelas : 12.3A.07
Repeater
Secara bahasa, kata Repeater berasal dari bahasa Inggris
“Repeat” yang memiliki arti pengulangan. Secara terminologi, definisi repeater
yaitu pengulang kembali, atau secara lengkapnya yaitu alat yang berfungsi untuk
mengulang atau meneruskan kembali signal ke area sekitar perangkat ini dengan
lebih mudah.
Pengertian repeater itu sendiri yaitu alat atau perangkat
yang berfungsi untuk menguatkan signal sehingga dapat mencakup mencakup area
yang lebih luas.
Fungsi Repeater :
- Memperluas daya
jangkau signal server.
- Mengcover berbagai wilayah yang minim signal dari server.
- Memudahkan akses signal WiFi.
- Meneruskan dan memaksimalkan signal.
- Memudahkan proses dan penerimaan data.
- Meminimalisir penggunaan kabel jaringan.
Jenis-jenis Repeater :
1. Telephone Repeater
Telephone Repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di
saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang
jauh menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih jelas.
2.
Optical Communications Repeater
Optical Communications repeater merupakan jenis repeater
yang fungsinya menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic
cable). Di jenis repeater ini, dalam serat kabel optik terdapat informasi
digital secara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbuat
dari foton yang bisa tersebar secara mengacak dalam kabel serat optik.
3.
Radio Repeater
Radio repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk
menguatkan sinyal radio. Pada umumnya, jenis repeater ini mempunyai satu antena
yang fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter.
Cara Kerja Repeater
Repeater berfungsi untuk memperluas jangkauan jaringan wifi.
Hal ini dilakukan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan
lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal yang telah masuk ke repeater
diperkuat terlebih dahulu.
Pada dasarnya repeater mempunyai dua jenis komponen di
dalamnya. Komponen yang pertama bertugas untuk menerima data sinyal dari
transmitter. Sedangkan Komponen yang kedua berfungsi memancarkan kembali data
sinyal tersebut. Namun sebelum data sinyal tersebut dipancarkan kembali,
perangkat keras pada repeater ini akan melakukan pengubahan frekuensi sehingga
sinyal data yang dipancarkan menjadi lebih kuat. Dengan demikian maka sinyal
pun akan menjadi lebih kuat dan jangkauannya pun akan lebih luas.
Di dalam pemrosesan sinyal data yang masuk ke dalamnya,
repeater mempunyai dua sistem yang umumnya digunakan. Sistem tersebut adalah
analog repeater dan digital repeater. Pada analog repeater, sinyal data
dikirimkan dalam bentuk data analog dimana konsumsi daya listrik berbanding
lurus dengan amplitudo atau besarnya sinyal yang dikirimkan. Sedangkan digital
repeater mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data digital dikirim
dalam bentuk binary, yaitu diwakili oleh angka 1 dan 0. Selain itu digital
repeater juga melakukan proses tambahan pada data sinyal yang diproses.
Bridge
Bridge atau network bridge, dalam istilah bahasa Indonesia
disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang
dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan.
Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area
Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe
jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan alamat
Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian
menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui
jaringan.
Fungsi Bridge :
-
Menghubungkan dua buah jaringan komputer LAN
yang sejenis sehingga mempunyai jaringan LAN yang lebih berkapasitas besar
melalui ketentuan LAN yang dikonfigurasi sebelumnya tanpa bridge.
-
Mengoneksikan beberapa jaringan komputer yang
terpisah, baik itu dari tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda-beda.
-
Berfungsi sebagai router pada jaringan komputer
yang terbilang luas.
-
Mengcopy atau menyalin frame data dari sebuah
jaringan ke jaringan yang lain, dengan syarat jaringan tersebut tetap
terhubung.
Cara Kerja Bridge
Bridge bisa disamakan seperti ‘repeater yang cerdas’.
Repeater ini bekerja, yakni dengan proses menerima sinyal yang datang dari
sebuah kabel jaringan dan juga melaksanakan amplifikasi pada sinyal itu, lalu
kemudian mengirimkan sinyal tersebut ke kabel jaringan yang lainnya. Repeater
itu juga melakukan proses ini secara buta tanpa mengamati isi pesan yang
terkandung di dalam sinyal tersebut.
NIC (Network Interface Card)
NIC ini ialah suatu peralatan elektronik yang dibuat
disebuah papan PCB yang akan melaksanakan sebuah konversi sinyal sehingga
sebuah workstation tersebut dapat mengirim serta juga menerima data dalam
jaringan.
Sebuah NIC ini mempunyai alamat khusus yang disebut sebagai
ethernet address atau juga MAC address. Alamat ini merupakan berupa kode heksa
48-bit. Tiap-tiap NIC itu mempunyai alamat yang berbeda.
Jika sebuah komputer hendak berkomunikasi dengan komputer
lainnya maka ia akan memancarkan suatu sinyal untuk mencari alamat NIC yang
dituju. Apabila alamat tersebut telah/sudah ditemukan, maka komunikasi antar
dua kartu ethernet dapat/bisa dilakukan.
Fungsi NIC :
- Sarana menerima serta mengirimkan data dengan
melalui kabel jaringan.
- Sebagai sarana transfer data ke komputer lain
dengan terlebih dahulu mempersiapkan data dari komputer supaya dapat dilewatkan
ke media penghubung.
- Sebagai kontrol aliran data antar komputer serta juga
sistem perkabelan.
- Sebagai penerima data yang ditransfer dari komputer lain
lewat kabel serta menterjemahkannya juga ke dalam bit yang dimengerti oleh
komputer.
Jenis-jenis NIC :
1.
Network Interface Fisik / Physical
NIC fisik ini ialah sebuah Network Interface yang bisa
didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu serta ditancapkan pada slot di
dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa digunakan sehari – hari, yang
mempunyai port RJ – 45 untuk dapat mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam
jaringan menggunakan kabel.
2.
Network Interface Logis / Logical
NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak
bisa didefinisikan secara fisik, yang berarti NIC ini merupakan sebuah software
dan/juga sebuah program yang dibuat untuk dapat mendefinisikan dirinya sendiri
bahwa seolah – olah ia itu sebuah Network Interface Card.
Cara Kerja NIC
1. NIC memecah data menjadi bit.
2. NIC mengirim data yang dipecah dalam bentuk bit itu
melalui jaringan komputer lalu dirangkai kembali menjadi data utuh.
3. Setiap NIC tersebut mempunyai suatu kode unik tersendiri
yang terdiri atas 12 digit kode dengan sebutan MAC Address (Media Access
Control). Kode ini bertujuan utnuk menghindari tabrakan antar data dalam sistem
jaringan.
4. Node akan mengirimkan paket data, maka sebelumnya itu
akan melihat apakah jaringan itu sedang mengirimkan paket data atau pun tidak.
Apabila node melihat jaringan tidak melakukan pengiriman paket data, maka node
ini akan melakukan pengiriman paket data.
5. Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node itu
sedang mengirimkan paket data, maka akan terjadi sebuah collision.
6. Node serta jaringan akan berhenti bersamaan dan tidak
mengirimkan paket data.
7. Setelah ia berhenti, node dan juga jaringan itu kemudian
akan menunggu waktu itu secara acak untuk dapat/bisa mengirimkan paket data.
8. Paket data yang mengalami collision ini akan dikirim
kembali pada saat ada kesempatan. Cara kerja ini sering dinamakan dengan metode
CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access atau Collison Detection), yakni
pengurusan bagi pengiriman data oleh komputer/node itu secara serentak.
Sumber :
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-repeater-dan-fungsinya/
https://www.nesabamedia.com/pengertian-repeater-dan-fungsi-repeater/
https://pendidikan.co.id/pengertian-bridging-bridge-cara-kerja-fungsi-jenis-dan-kelebihannya/
https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/
https://qwords.com/blog/pengertian-bridge/
https://pendidikan.co.id/pengertian-nic-jenis-tugas-fungsi-cara-kerja-beserta-prinsipnya/








Comments
Post a Comment